Siri 10: Bai'at
Keutamaannya Menurut Ahli Sunnah Wal Jama'ah
BAI'AT
SIRI 10 :
سْــــــــــــــــــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحيم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
DALIL 3
Sabda Rasulullah:
“Dahulu kaum Bani Isra’il dipimpin oleh para Nabi. Setiap seorang nabi meninggal dunia, maka diganti seorang Nabi lainnya. Maka sesungguhnya tidak ada Nabi yang menggantikan setelah aku meninggal dunia, Namun yang menggantikanku adalah khalifah-khalifah. Maka mereka banyak mempunyai pengikut-pengikut”, Sahabat bertanya, “Wahai Rasul apa yang engkau perintahkan pada kami?” Rasul menjawab, “Laksanakan baiat seperti baiat pertama kali di hadapan mereka dan tunaikan hak-hak mereka, Kalian mintalah kepada Allah yang menjadi bagian kalian, karena Allah Ta’ala menanyakan tentang apa yang mereka pimpin.”
[Imam Bukhari, Imam Muslim]
DALIL 4:
Rasulullah ﷺ bersabda :
"Tidak akan masuk neraka seorang muslim yang telah melihat dia akan daku. Dan tiada pula masuk neraka, mereka yang melihat ia akan orang yang melihat ia akan daku sehingga 70 lapisan wasitah sekalipun. Maka sesungguhnya mereka itulah khalifah-khalifahku (pewarisku) pada menyampaikan syariatku dan memimpin Ummatku pada jalan ketuhanan dan ubudiyyah yang sebenar. Dengan syarat mereka tetap pada syari'atku."
[Imam Khatib daripada Abdur-Rahman bin Uqbah]
Dari kedua2 hadith di atas, Ahlus Sunnah memahami, Rasulullah ﷺ telah berikan isyarat berkenaan pengertian "khalifah" dan "Pewaris Baginda" yang melangkaui zaman Baginda, sehingga ke hari Qiamat.
Imam Ghazali menyebut di dalam Ihya Ulumuddin dan karya autobiografi beliau Munqiz Min-Adh-Dholal bahawa sebenar2 Warisatul Anbiya adalah Ulama Ahli Sufi @ Ahli Ma'rifat @ Shaikh Mursyid kerana hanya mereka mempusakai ilmu Baginda Rasulullah ﷺ zahir dan batin.



